Kamis, 02 Oktober 2014

Pengalaman Baru di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis

                Sungguh indah suasana di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis. Tempatnya indah, bersih, nan asri. Bangunannya pun megah dan fasilitasnya pun lengkap. Tenaga pengajar dan pendidik disini adalah orang-orang yang ahli dibidangnya. Dan ada satu yang tak bisa dipisahkan dari Pondok Pesantren Darussalam, yakni Musik.
                Pondok Pesantren Darussalam Ciamis adalah pondok pesantren yang membolehkan atau menghalalkan seni. Khususnya musik. Dalam suatu pengajian pun musik bisa dikatakan sebagai elemen penting dalam pengajian tersebut karena musik dijadikan sebagai pengiring untuk melantunkan syair-syair arab yang menjadi materi pengajian tersebut. 



                Pengajian yang diiringi oleh musik tersebut adalah pengajian Qosidah Al Burdah yaitu kitab yang bersisi syair-syair berbahasa arab yang dikarang oleh Imam Al Bushiri. Adalah K.H Fadlil Yani Ainusy Syamsi guru yang memberikan pembelajaran tentang Qasidah Al Burdah tersebut. Beliau juga menyanyikan syair-syair yang ada dalam kitab tersebut sekaligus mengiringinya dengan musik.

         
                Pengalaman saya bermain musik di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis adalah ketika saya mengikuti Darussalam Dream Band. Sesuai dengan judul perlombaannya, perlombaan ini bertujuan mencari band impian di Darussalam. Darussalam Dream Band dilaksanakan pada bulan Desember tahun 2013 sebelum liburan akhir semester ganjil. Pada saat itu saya duduk dikelas X dan bergabung dengan ZADA BAND. Dengan personel saya (Mumtaz) sebagai gitarist, Muhammad  Farhan Ramadhan sebagai gitarist, Risang Wantosa sebagai bassist, Rakha Faiz Subakti sebagai Drummer dan Sahal Mahfud sebagai Vokalis.
                Pada saat itu kami membawakan lagu J-Rock yang berjudul meraih mimpi. Namun sayang, kami belum berhasil menjadi juara karena performa kami kurang baik karena ini adalah kali pertama kami bermain band didepan umum bukan di dalam studio.
                Pengalaman tersebut menjadi pengalaman terbaik bagi kami bahwa bermain band didepan umum tak semudah bermain band di dalam studio. Untuk dapat bermain band didepan umum, bukan hanya memerlukan skill yang hebat, namun juga mental yang kuat.

                Mungkin, itulah pengalaman saya bermain musik di Darussalam. ^_^
               


Tidak ada komentar:

Posting Komentar